Juli 29, 2016

Review: Remix OS Masa Depan Komputer Ada Disini


Apa yang kamu rasakan ketika menjalankan OS Android didalam komputermu menggunakan virtual machine seperti bluestack, nox ataupun emulator lainnya? Terasa sangat berat? Lelet? Atau malah tidak bisa berjalan (crash) dikarenakan prosesor ataupun ram komputermu tidak memadai? Well, mungkin artikel ini cocok untuk kamu yang suka menggunakan OS android didalam komputer, baik untuk bermain games ataupun sekedar melakukan hal-hal biasa.

Seperti yang sudah saya singgung sebelumnya, ketika kita menggunakan sebuah virtual machine/emulator didalam komputer kita, pasti akan berjalan dengan lambat ataupun tidak berjalan seperti pada perangkat aslinya, tetapi hal ini tidak akan terjadi pada Remix OS, karena Remix OS adalah sebuah Operating System Android yang dapat dijalankan didalam komputer kita, karena ini adalah Operating System dan bukan emulator, jadi Remix OS tidak terlalu berat dan terlalu memakan resource komputer kita seperti kita menggunakan emulator android pada biasanya.
Baiklah langsung saja kita review Remix OS ini.

BACA: CARA MENGINSTALL REMIX OS DI LINUX UBUNTU

Tentang Remix OS

Remix OS adalah sebuah Operating System Android yang dibuat oleh sebuah kelompok bernama Jide. Jide merupakan kelompok yang dibentuk oleh 3 mantan pekerja Google yaitu Jeremy Chau, Ben Luk dan David ko. Tujuan mereka dalam membuat Remix OS adalah karena mereka sadar bahwa Android adalah OS yang sangat banyak digunakan oleh semua orang didunia, baik digunakan didalam smartphone, TV,  dan jam tangan, tetapi Android belum tersedia untuk PC atau komputer sehingga munculah ide untuk membuat Remix OS. Silahkan baca disini untuk info lebih lanjut.

Interface


Interface yang ditawarkan sangatlah unik karena kita tidak seperti sedang menjalankan sebuah android melainkan seperti sedang menjalankan OS PC pada umumnya (Linux/Windows) dimana terdapat Start menu, taskbar, beberapa icon disebelah kanan seperti wifi, baterai, sound, jam dan tanggal, dan bluetooth. Tetapi hal yang paling menarik bagian itu adalah  sebuah notification yang mirip dengan Windows 10 yang didalamnya terdapat tool untuk screenshot, membuka pengaturan dan menyembunyikan taskbar.


Tidak hanya taskbar yang biasanya kita temui di OS windows/linux, file manager dalam Remix OS juga mirip seperti OS yang biasanya kita gunakan. Folder Dokumen, Gambar, Musik, Film, Download dan Desktop berada dibagian kiri. Kemudian ada folder My Remix yaitu folder tempat dimana penyimpanan file android berada atau jika disamakan dengan OS PC maka itu seperti partisi ataupun localdisk.

Berat gak sih?



Well, seperti yang sudah saya bilang sebelumnya, Remix OS bukanlah emulator jadi jelas saja tidak berat, walaupun awalnya saya kira Remix OS ini cukup berat tetapi ternyata Remix OS berjalan cukup ringan, saya dapat multitasking dengan mudah, membuka banyak aplikasi dengan mudah dan tidak ada eror dengan aplikasi ataupun eror yang lainnya. Bahkan transisi saat kita membuka aplikasi terasa smooth seperti layaknya pada android kekinian (lolipop/marsmallow).

Fitur



Remix OS menawarkan pengalaman menggunakan Android tetapi tetap bisa melakukan hal yang biasanya kita lakukan didalam OS PC seperti menggunakan sortcut pada keyboard untuk mencopy(ctrl+c), memotong (ctrl+x), menyeleksi semua file (ctrl+a) maupun membuka start menu menggunakan tombol windows. note: fitur ini tidak dapat digunakan dibeberapa aplikasi. Selain sortcut, kita juga dapat menyeleksi file ataupun aplikasi yang ada didalam desktop seperti kita menggunakan mouse pada umumnya, drag and drop untuk memindahkan atau mencopy file.

Ada beberapa fitur baru di Remix OS versi 3 yang pertama adalah Play activator, jika pada versi sebelumnya kita tidak disediakan Google Play maka pada versi ini kita dapat menginstall Google Play hanya dengan membuka Play Activator kemudian aktifkan Google Play.Fitur baru yang kedua adalah pre-rooted, jadi kita tidak perlu me-root Remix OS karena Remix OS sudah diroot dari bawaannya dan menurut saya ini sangatlah bagus. Dan yang ketiga adalah Remix OS versi 3 menggunakan Android 6.0 atau Marshmallow.

Gaming




Awal saya menginstal Remix OS, saya tidak tau bahwa ternyata Remix OS versi 3 (versi terbaru yang saya install) ternyata sudah support dengan keymapping, kita dapat mengaktifkannya didalam Setting > Experiental Feature > Key Mapping. Dengan fitur ini, kita dapat memainkan gim(game) apa saja dengan menggunakan keyboard. Untuk mengatur mapping pada gim(game) kita mainkan, cukup buka gim(game) tersebut kemudian klik tombol pad yang ada dibagian kanan kemudian kita bisa memilih dan memasukkan tombol.

Bisakah menggunakan Gamepad?

Saya sudah mencoba berbagai macam aplikasi yang berfungsi untuk melakukan mapping pada gamepad  seperti tincore keymapper, sixasix control dan usb/bt joy control tetapi tidak berhasil, mungkin jika ada aplikasi seperti joytokey yang ada didalam Windows saya rasa kita dapat menggunakan gamepad.

Minimum Requirement

Jujur saja saya tidak dapat menemukan minimum requirement didalam situs official Remix OS, tetapi saya sarankan bagi kamu yang ingin menginstal Remix OS minimal memiliki ram 2 gigabyte dan rekomendasi saya 4 gigabyte atau lebih. Untuk masalah cpu saya kira tidak ada masalah, karena saya sendiri menginstal Remix OS menggunakan cpu yang tergolong kedalam spesifikasi rendah yaitu Intel Celeron 1.3 ghz tetapi Remix OS dapat berjalan dengan lancar dan smooth. Bagi kamu yang penasaran apakah Laptopmu bisa digunakan untuk menginstal Remix OS silahkan buka forum XDA-Developers Remix OS disini.

Demikian sedikit review saya tentang Remix OS yang luar biasa ini, semoga kamu tertarik untuk mencoba dan menggunakannya. Dengan tampilan yang menarik, fitur yang sama seperti OS PC tetapi memiliki banyak aplikasi dan gim yang sangat menarik saya rasa OS ini cocok sebagai OS dalam penggunaan sehari-hari. Sekian review dari saya, terima kasih. (review ini adalah review pertama saya, mohon beritahu jika terdapat kesalahan pada artikel ini).

OFFICIAL SITE : JIDE

Related Articles

0 komentar:

Posting Komentar